BAGIMANA KITA DAPAT CINTA KEPADA ALLAH?

Dari siaran radio Buya Hamka 

Ass.

Sekarang kita bicarakan tentang cinta, …

Ibaratnya kalau kita berada didepan cermin yang kotor maka kita harus segera membersihkan agar supaya kelihatan wajah kita….apalagi kaca yang kita lihat dalam suatu mobil yang ada kaca kena embun…kadang dalamnya kita bersihkan…namun di luarnya tidak dapat kita bersihkan…..bagaimana kita dapat melihat kita karena kita tidak dapat mencapai di luarnya..

Apabila telah jernih maka kita dapat melihat kita di dalamnya ….dan bila kotor kita tidak dapat melihat dirikita di dalamnya……..itulah sebabnya untuk dapat melihat kita sendiri kita perlu membersihkan cermin yang ada didepan kita yang tampak dan yang tidak tampak ..agar diri kita dapat kelihatan dengan sempurn…

Maka ketika kita mau mahabah dengan Allah sang pencipta dengan sempurna …apa yang harus kita lakukan jika mata-kita…mulut kita…telinga kita ….dan tangan serta kaki kita masih dalam keadaan kotor?….tentu saja kita tidak sanggup mendekati ….sebab itu kita harus instrospeksi..

Bagaimana kita berpeluk-pelukan kepada teman sesama yang lama kita tidak ketemu kemudian kita lihat teman kita dalam keadaan sehat?…..

Bagaimana kita juga bisa kita berpelukan kepada teman kita yang pergi jauh merantau ke medan laga….kemudaian kembali dengan selamat….apa perasaan kita ?….kita tidak sanggup untuk meneteskan air mata kita ….kita terbawa kepada perasaan kita dan kita tidak sanggup untuk berkata-kata ….hanya deraian air mata yang mewakili kata-kata-kata kita…

Bagaimana kita juga dapat berpeluk-pelukan dengan Allah …Zat yang secara terang…kita tidak dapat melihat …namun kita dapat merasakan keberadaan-Nya….mampukah kita jaga rasa kita dengan deraian airmata…mampukah kita berpelukan dengan penuh rasa tanpa bisa berucapkata dan yang hanya keluar adalah deraian air mata kita ….karena saking rindunya kepada Allah zat yang menciptakan kita ….yang dekat…begitu dekat sekali dengan kita….

Bagaimana dengan ayat ….Inna Sholati…wa.nusuki…wamahyaaya….wa ..mamaati …lillahirobbil aalmin…

Bagaimana ketika kita sholat kita dibayangi dengan kehidupan kita sehari-hari …ketika sholat ingat…kerja…ingat baju baru….ingat-ingat yang lain….itupun kita sudah tepat waktu…..

Bagaimana dengan yang lain ….bila kita juga sholat tetapi menunda-nunda….alias dunia dahulu…baru Akhirat kemudian…,mendengar adzan….tetapi tetap cuek saja….nanti kan bisa kita sholat ….dan akhirnya sholat di akhir waktu ….dan didalam sholat pun masih ingat dunia-dunianya….bagaimana kita bisa cinta dan berpelukan kepada allah….dengan rasa kita ?…..apakah tidak dunia kita yang kita cintai….bukan pemberi dunia kita?….

Apalagi sampai kita tidak sholat?……Tidak Sholat…….apa yang akan kita bawa kelak dihadapan Allah….? Sementara kita tidak rela manakala dikatakan orang yang tidak cinta kepada allah ….namun justru tingkah laku kita jauh dari tingkah laku mencintai Allah…

Dunia yang sempit justru kita perlebar….sedangkan akhirat yang lebar…kita pertsempit….

Wahai saudaraku….bersyukurlah manakala kita dapat sholat tepat pada waktunya..kita ingat akan pentignya keberadaan kampung yang abadi…. dari pada kampung yang hanya sebentar…

Cinta kepada allah adalah masuknya cintanya Allah kepada kita ….sehingga sifat-sifat-Nya sama sekali memenuhi hati kita yang merasa mencintai-Nya…sehingga dengan melihat dunia semakin besarlah cinta kita kepada Allah…Ibarat kita ketika kita melihat ka’bah yang pertama kali akan terasa betapa besarnya cinta kita kepada ka’bah karena ka’bah itu rumah Allah ….kemudian semakin lama kita lihat….ternyata bukan ka’bah yang nampak ….melainkan Allah lah yang tampak lebih kita cintaaai…karena ka’bah ada karena Allah ….disitulah kuncinya ….kita dapat melihat dunia ….yang pertama…..kemudian kembalikanlah …..semuanya kepada Allah sehingga cinta kita tampak sempurna….dan akhirnya kita mampu berpelukan dengan Allah…?

Dan ketika kita berada didunia….kemudian .ada yang bertanya kepada kita…..ini rumahmu? ….apa yang kita perlu jawab….bukan…saudaraku, ini adalah rumah titipan Allah …yang dititipkan kepada saya …sehingga ketika saya dipanggil saya tidak tahu akan siapa lagi yang punya….jadi rumah ini adalah pinjaman…walaupun buruk atau baik sekalipun….teremasuk juga semua….harta….tahta….anak dan segala apa yang ada kepada kita adalah pinjaman dari Allah….titipan dari Allah….yang suatu saat masing-masing akan diambil dari hadapan kita…..jadi saudaraku ……janganlah kita mencitai segala sesuatu yang ada didunia ini secara berlebihan ….atau kita merasa bahwa semua yang kita miliki ini adalah akan menempel terus dalam diri kita…..tidak….tidak akan dan semua akan berakhir…

Wahai saudara…….timbulkanlah selalu penyelesalan dari dalam diri kita…..apakah yang sudah kita lakukan kepada Allah…..memandang sedikit walaupun sudah banyak yang kita lakukan dalam urusan beribadah (akhirat) serta memandang banyak walupun sedikit yang Allah berikan kepada kita dalam urusan dunia….

Apakah kita patut menyebut…nyebut saya sudah sholat tahajut….saya sudah berpuasa….atau saya sudah sholat sunah berkali-kali……atau sebaliknya….saya hanya punya rumah gubuk….saya hanya jalan kaki…..saya hanya punya mobil…..ataukah kita sebut-sebut yang lain…….aya sudah punya segala-galanya dalam dunia ini…

Kita ingat ketika Rasulullah ….sholat tahajut sampai bengkak kakinya…kemudian Aisyah bertanya …..kenapa Rasulullah lakukan? ….padahal sudah diampuni?….apakah jawab Rasulullah…..tidakkah saya termasuk hamba yang pandai bersyukur?…

Jadi terpandang besarnya Tuhan terpandang kecilnya diri…dan diri yang kecil itu tidak terlepas dari rahmat yang telah Allah berikan kepada kita…sehingga apakah balasan yang dapat kita berikan kepada Allah….hanya sesalan yang ada pada diri kita untuk senantiasa bermahabah dengan Allah adalah suatu kemajuan yang sangat besar dalam rohani kita…..dan mudah-mudah kita dalam hidup kita senantiasa yang kita pandang adalah sangata jauh ke depan….dan CINTAILAH ALLAH DARI SEGALA BENTUK CINTA APAPUN KEPADA SELAIN ALLAH…..Mudah-mudahan bermanfaat……amin…