Aku jadi pulang kampung.

Setelah lama aku dan keluarga tidak  pulang kampung akhirnya terpenuhi juga pada bulan ini. tepatnya tanggal 24 desember malam kamis tahun 2008 aku berangkat dari Taliwang. Taliwang adalah kota tempat aku dan istriku bekerja. Aku bekerja di sebuah sekolah swasta, tepatnya di pondok Pesantren Al-Ikhlas Taliwang. Pondok tersebut milik  Bupati Sumbawa  Barat  yang  sudah berdiri sekitar  1/4 abad yang lalu. Aku di sana sebagai guru Fisika, pelajaran yang sangat jadi momok untuk anak-anak sekolah. Tapi setelah aku masuk di sana anak-anak ternyata tidak takut masuk kepada pelajaranku bahkan dalam penjurusan selalu banyak siswanya. Alhamdulillah ternyata aku jadi idola untuk anak-anak. Hal itulah yang aku syukuri dan membuat aku betah mengajar di Pondok tersebut….

Pada malam kamis tersebut aku bersama keluarga mau berangkat menuju Mataram, wah terasa haru sekali nuansanya. Teman-teman pada mau menghantar kepulangan kami di tempat pemberangkatan bus. Ada yang memberi do’a dan ada pula yang memberi uang saku anak-anak kami. Padahal aku cuma pulang untuk liburan dan akan kembali lagi sekitar tanggal 18 Januari  2009.  Anakku  Afifah senangnya bukan main  ketika bus  damri sudah mulai  berangkat  sambil mengajar doa kepada adik-adiknya  doa  dalam perjalanan : Ya Allah selamatkanlah kami dalam perjalanan dan berikanlah kami kesehatan hingga sampai tujuan. Amin.
Pada pagi hari kami sampai di Mataram, Alhamdulillah cuaca bagus  sehingga  tidak  ada halangan  suatu apa-apa sampai di pul Damri tersebut. Tanggal 25 Desember 2008 kebetulan pas hari ulang tahun istriku, jadi sekalian kita rayakan dengan pulang kampung bersama keluarga dan syukurlah istriku senang sekali dengan hadiah tersebut.

Kami naik bus Safari Darma Raya jam 8.30 pagi sesuai pesanan dalam tiket. Aku duduk bersama dua anakku Tamim dan  Barrun, sementara istriku duduk bersama Faqih dan Afifah dengan nomor urut 5,6 7 dan 8. Selama dalam perjalanan kami semua saling bercerita dan mebayangkan ketika sampai di solo nanti apa yang akan kami lakukan. Wah pokoknya asyik dech, dan tidak terasa capek karena keinginan sudah terpenuhi.

Di Dalam kapal penyebrangan  Lembar-Padang Bae cukup lama juga, sekitar 5 jam kami baru sampai di Bali, Alhamdulillah tidak ada halangan dan cuaca bagus. Kami teruskan perjalanan sampai di Gilimanuk untuk menyeberang ke Ketapang  dan tanpa terasa  sudah sampai di Ketapang,  kami semua tertidur sehigga tidak terasa penyeberangannya.

Di Solo kami sampai pada hari Jum’at, dan ternyata sudah di sambut sama mbah kakung dan mbah putri. Alhamdulillah kami selamat sampai di tujuan sebelum Sholat jum’at jadi kami bisa sholat jum’at di Masjid Al Khoir depan rumah simbah. bersambung …..