KELUARGA SAKINAH 1

24 Aug 2008 Uncategorized
KELUARGA SAKINAH

Ditulis oleh Farid Ma’ruf di/pada Maret 10, 2007

Oleh: Azhari

baitijannati – Awal mula kehidupan seseorang berumah tangga adalah dimulai dengan ijab Kabul, saat itulah segala sesuatu yang haram menjadi halal. Dan bagi orang yang telah menikah dia telah menguasai separuh agamanya.

Barang siapa menikah, maka dia telah menguasai separuh agamanya, karena itu hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi. [HR. al-Hakim].

Sebuah rumah tangga bagaikan sebuah bangunan yang kokoh, dinding, genteng, kusen, pintu berfungsi sebagaimana mestinya. Jika pintu digunakan sebagai pengganti maka rumah akan bocor, atau salah fungsi yang lain maka rumah akan ambruk. Begitu juga rumah tangga suami, istri dan anak harus tahu fungsi masing-masing, jika tidak maka bisa ambruk atau berantakan rumah tangga tersebut.

Mari kita telaah satu persatu masing-masing fungsi suami dan istri tersebut.

Kewajiban Suami

Suami mempunyai kewajiban mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya, tetapi disamping itu ia juga berfungsi sebagai kepala rumah tangga atau pemimpin dalam rumah tangga. Alloh SWT dalam hal ini berfirman:

Laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Alloh telah melebihkan sebagian dari mereka atas sebagian yang lainnya dan karena mereka telah membelanjakan sebagian harta mereka. (Qs. an-Nisaa’: 34).

Menikah bukan hanya masalah mampu mencari uang, walaupun ini juga penting, tapi bukan salah satu yang terpenting. Suami bekerja keras membanting tulang memeras keringat untuk mencari rezeki yang halal tetapi ternyata tidak mampu menjadi pemimpin bagi keluarganya.

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. (Qs. at-Tahriim: 6).

Suami juga harus mempergauli istrinya dengan baik:

Dan pergauilah isteri-isteri kalian dengan baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. (Qs. an-Nisaa’: 19).

Barang siapa menggembirakan hati istri, (maka) seakan-akan menangis takut kepada Allah. Barang siapa menangis takut kepada Allah, maka Allah mengharamkan tubuhnya dari neraka. Sesungguhnya ketika suami istri saling memperhatikan, maka Allah memperhatikan mereka berdua dengan penuh rahmat. Manakala suami merengkuh telapak tangan istri (diremas-remas), maka berguguranlah dosa-dosa suami-istri itu dari sela-sela jarinya. [HR. Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi' dari Abu Sa'id Al-Khudzri].

Dalam satu kisah diceritakan, pada suatu hari istri-istri Rasul berkumpul ke hadapan suaminya dan bertanya, “Diantara istri-istri Rasul, siapakah yang paling disayangi?” Rasulullah Saw hanya tersenyum lalu berkata, “Aku akan beritahukan kepada kalian nanti.“

Setelah itu, dalam kesempatan yang berbeda, Rasulullah memberikan sebuah kepada istri-istrinya masing-masing sebuah cincin seraya berpesan agar tidak memberitahu kepada istri-istri yang lain. Lalu suatu hari hari para istri Rasulullah itu berkumpul lagi dan mengajukan pertanyaan yang sama. Lalu Rasulullah Saw menjawab, “Yang paling aku sayangi adalah yang kuberikan cincin kepadanya.” Kemudian, istri-istri Nabi Saw itu tersenyum puas karena menyangka hanya dirinya saja yang mendapat cincin dan merasakan bahwa dirinya tidak terasing.

Bahkan tingkat keshalihan seseorang sangat ditentukan oleh sejauh mana sikapnya terhadap istrinya. Kalau sikapnya terhadap istri baik, maka ia adalah seorang pria yang baik. Sebaliknya, jika perlakuan terhadap istrinya buruk maka ia adalah pria yang buruk.

Hendaklah engkau beri makan istri itu bila engkau makan dan engkau beri pakaian kepadanya bilamana engkau berpakaian, dan janganlah sekali-kali memukul muka dan jangan pula memburukkan dia dan jangan sekali-kali berpisah darinya kecuali dalam rumah. [al-Hadits].

Orang yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik perlakuannya terhadap keluarganya. Sesungguhnya aku sendiri adalah yang paling baik diantara kalian dalam memperlakukan keluargaku. [al-Hadits].

Begitulah, suami janganlah kesibukannya mencari nafkah di luar rumah lantas melupakan tanggung jawab sebagai pemimpin keluarga. Suami berkewajiban mengontrol dan mengawasi anak dan istrinya, agar mereka senantiasa mematuhi perintah Allah, meninggalkan larangan Allah swt sehingga terhindar dari siksa api neraka. Ia akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah jika anak dan istrinya meninggalkan ibadah wajib, melakukan kemaksiatan, membuka aurat, khalwat, narkoba, mencuri, dan lain-lain.

Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya. [HR. Bukhari].

Kewajiban Istri

Istri mempunyai kewajiban taat kepada suaminya, mendidik anak dan menjaga kehormatannya (jilbab, khalwat, tabaruj, dan lain-lain.). Ketaatan yang dituntut bagi seorang istri bukannya tanpa alasan. Suami sebagai pimpinan, bertanggung jawab langsung menghidupi keluarga, melindungi keluarga dan menjaga keselamatan mereka lahir-batin, dunia-akhirat.

Tanggung jawab seperti itu bukan main beratnya. Para suami harus berusaha mengantar istri dan anak-anaknya untuk bisa memperoleh jaminan surga. Apabila anggota keluarganya itu sampai terjerumus ke neraka karena salah bimbing, maka suamilah yang akan menanggung siksaan besar nantinya.

Ketaatan seorang istri kepada suami dalam rangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya adalah jalan menuju surga di dunia dan akhirat. Istri boleh membangkang kepada suaminya jika perintah suaminya bertentangan dengan hukum syara’, missal: disuruh berjudi, dilarang berjilbab, dan lain-lain.

Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana saja yang dikehendaki. [al-Hadist].

Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasannya adalah wanita shalihah. [HR. Muslim, Ahmad dan an-Nasa'i].

Wanita yang shalihah ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). (Qs. an-Nisaa’: 34).

Ta’at kepada Allah, ta’at kepada Rasul, memakai jilbab (pakaian) yang menutup seluruh auratnya dan tidak untuk pamer kecantikan (tabarruj) seperti wanita jahiliyah. (Qs. al-Ahzab: 32).

Sekiranya aku menyuruh seorang untuk sujud kepada orang lain. Maka aku akan menyuruh wanita bersujud kepada suaminya karena besarnya hak suami terhadap mereka. [al-Hadits].

Sebaik-baik wanita adalah yang menyenangkan hatimu jika engkau memandangnya dan mentaatimu jika engkau memerintahkan kepadanya, dan jika engkau bepergian dia menjaga kehormatan dirinya serta dia menjaga harta dan milikmu. [al-Hadist].

Perselisihan

Suami dilarang memukul/menyakiti istri, jika terjadi perselisihan ada beberapa tahapan yang dapat ditempuh,

Istri-istri yang kalian khawatirkan pembangkangannya, maka nasihatilah mereka, pisahkanlah mereka dari tempat tidur, dan pukullah mereka (dengan pukulan yang tidak membahayakan). Akan tetapi, jika mereka menaati kalian, janganlah kalian mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka. (Qs. an-Nisaa’: 34).

Hendaklah engkau beri makan istri itu bila engkau makan dan engkau beri pakaian kepadanya bilamana engkau berpakaian, dan janganlah sekali-kali memukul muka dan jangan pula memburukkan dia dan jangan sekali-kali berpisah darinya kecuali dalam rumah. [al-Hadits].

Jika kalian merasa khawatir akan adanya persengketaan diantara keduanya, maka utuslah seorang (juru damai) dari pihak keluarga suami dan sorang juru damai dari pihak keluarga istri. Jika kedua belah pihak menghendaki adanya perbaikan, niscaya Allah akan memberi taufik kepada suami-istri. (Qs. an-Nisaa’: 35).

Demikianlah Islam mengatur dengan sempurna kehidupan keluarga sehingga terbentuk keluarga sakinah dan bahagia dunia-akhirat. Wallahua’lam. (baitijannati.wordpress.com)

MAKNA CINTA

26 Jun 2008 Uncategorized
BAGIMANA KITA DAPAT CINTA KEPADA ALLAH?

Dari siaran radio Buya Hamka 

Ass.

Sekarang kita bicarakan tentang cinta, …

Ibaratnya kalau kita berada didepan cermin yang kotor maka kita harus segera membersihkan agar supaya kelihatan wajah kita….apalagi kaca yang kita lihat dalam suatu mobil yang ada kaca kena embun…kadang dalamnya kita bersihkan…namun di luarnya tidak dapat kita bersihkan…..bagaimana kita dapat melihat kita karena kita tidak dapat mencapai di luarnya..

Apabila telah jernih maka kita dapat melihat kita di dalamnya ….dan bila kotor kita tidak dapat melihat dirikita di dalamnya……..itulah sebabnya untuk dapat melihat kita sendiri kita perlu membersihkan cermin yang ada didepan kita yang tampak dan yang tidak tampak ..agar diri kita dapat kelihatan dengan sempurn…

Maka ketika kita mau mahabah dengan Allah sang pencipta dengan sempurna …apa yang harus kita lakukan jika mata-kita…mulut kita…telinga kita ….dan tangan serta kaki kita masih dalam keadaan kotor?….tentu saja kita tidak sanggup mendekati ….sebab itu kita harus instrospeksi..

Bagaimana kita berpeluk-pelukan kepada teman sesama yang lama kita tidak ketemu kemudian kita lihat teman kita dalam keadaan sehat?…..

Bagaimana kita juga bisa kita berpelukan kepada teman kita yang pergi jauh merantau ke medan laga….kemudaian kembali dengan selamat….apa perasaan kita ?….kita tidak sanggup untuk meneteskan air mata kita ….kita terbawa kepada perasaan kita dan kita tidak sanggup untuk berkata-kata ….hanya deraian air mata yang mewakili kata-kata-kata kita…

Bagaimana kita juga dapat berpeluk-pelukan dengan Allah …Zat yang secara terang…kita tidak dapat melihat …namun kita dapat merasakan keberadaan-Nya….mampukah kita jaga rasa kita dengan deraian airmata…mampukah kita berpelukan dengan penuh rasa tanpa bisa berucapkata dan yang hanya keluar adalah deraian air mata kita ….karena saking rindunya kepada Allah zat yang menciptakan kita ….yang dekat…begitu dekat sekali dengan kita….

Bagaimana dengan ayat ….Inna Sholati…wa.nusuki…wamahyaaya….wa ..mamaati …lillahirobbil aalmin…

Bagaimana ketika kita sholat kita dibayangi dengan kehidupan kita sehari-hari …ketika sholat ingat…kerja…ingat baju baru….ingat-ingat yang lain….itupun kita sudah tepat waktu…..

Bagaimana dengan yang lain ….bila kita juga sholat tetapi menunda-nunda….alias dunia dahulu…baru Akhirat kemudian…,mendengar adzan….tetapi tetap cuek saja….nanti kan bisa kita sholat ….dan akhirnya sholat di akhir waktu ….dan didalam sholat pun masih ingat dunia-dunianya….bagaimana kita bisa cinta dan berpelukan kepada allah….dengan rasa kita ?…..apakah tidak dunia kita yang kita cintai….bukan pemberi dunia kita?….

Apalagi sampai kita tidak sholat?……Tidak Sholat…….apa yang akan kita bawa kelak dihadapan Allah….? Sementara kita tidak rela manakala dikatakan orang yang tidak cinta kepada allah ….namun justru tingkah laku kita jauh dari tingkah laku mencintai Allah…

Dunia yang sempit justru kita perlebar….sedangkan akhirat yang lebar…kita pertsempit….

Wahai saudaraku….bersyukurlah manakala kita dapat sholat tepat pada waktunya..kita ingat akan pentignya keberadaan kampung yang abadi…. dari pada kampung yang hanya sebentar…

Cinta kepada allah adalah masuknya cintanya Allah kepada kita ….sehingga sifat-sifat-Nya sama sekali memenuhi hati kita yang merasa mencintai-Nya…sehingga dengan melihat dunia semakin besarlah cinta kita kepada Allah…Ibarat kita ketika kita melihat ka’bah yang pertama kali akan terasa betapa besarnya cinta kita kepada ka’bah karena ka’bah itu rumah Allah ….kemudian semakin lama kita lihat….ternyata bukan ka’bah yang nampak ….melainkan Allah lah yang tampak lebih kita cintaaai…karena ka’bah ada karena Allah ….disitulah kuncinya ….kita dapat melihat dunia ….yang pertama…..kemudian kembalikanlah …..semuanya kepada Allah sehingga cinta kita tampak sempurna….dan akhirnya kita mampu berpelukan dengan Allah…?

Dan ketika kita berada didunia….kemudian .ada yang bertanya kepada kita…..ini rumahmu? ….apa yang kita perlu jawab….bukan…saudaraku, ini adalah rumah titipan Allah …yang dititipkan kepada saya …sehingga ketika saya dipanggil saya tidak tahu akan siapa lagi yang punya….jadi rumah ini adalah pinjaman…walaupun buruk atau baik sekalipun….teremasuk juga semua….harta….tahta….anak dan segala apa yang ada kepada kita adalah pinjaman dari Allah….titipan dari Allah….yang suatu saat masing-masing akan diambil dari hadapan kita…..jadi saudaraku ……janganlah kita mencitai segala sesuatu yang ada didunia ini secara berlebihan ….atau kita merasa bahwa semua yang kita miliki ini adalah akan menempel terus dalam diri kita…..tidak….tidak akan dan semua akan berakhir…

Wahai saudara…….timbulkanlah selalu penyelesalan dari dalam diri kita…..apakah yang sudah kita lakukan kepada Allah…..memandang sedikit walaupun sudah banyak yang kita lakukan dalam urusan beribadah (akhirat) serta memandang banyak walupun sedikit yang Allah berikan kepada kita dalam urusan dunia….

Apakah kita patut menyebut…nyebut saya sudah sholat tahajut….saya sudah berpuasa….atau saya sudah sholat sunah berkali-kali……atau sebaliknya….saya hanya punya rumah gubuk….saya hanya jalan kaki…..saya hanya punya mobil…..ataukah kita sebut-sebut yang lain…….aya sudah punya segala-galanya dalam dunia ini…

Kita ingat ketika Rasulullah ….sholat tahajut sampai bengkak kakinya…kemudian Aisyah bertanya …..kenapa Rasulullah lakukan? ….padahal sudah diampuni?….apakah jawab Rasulullah…..tidakkah saya termasuk hamba yang pandai bersyukur?…

Jadi terpandang besarnya Tuhan terpandang kecilnya diri…dan diri yang kecil itu tidak terlepas dari rahmat yang telah Allah berikan kepada kita…sehingga apakah balasan yang dapat kita berikan kepada Allah….hanya sesalan yang ada pada diri kita untuk senantiasa bermahabah dengan Allah adalah suatu kemajuan yang sangat besar dalam rohani kita…..dan mudah-mudah kita dalam hidup kita senantiasa yang kita pandang adalah sangata jauh ke depan….dan CINTAILAH ALLAH DARI SEGALA BENTUK CINTA APAPUN KEPADA SELAIN ALLAH…..Mudah-mudahan bermanfaat……amin…

Artikel

11 Sep 2007 Uncategorized

Tolong carikan artikel tentang Fisika

Assalamu'alaikum wr.wb, semoga kumpulan artikel di samping ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan bila ada kekurangan kami mohon koreksinya, disebabkan penulis masih belajar dalam blog ini, tinggalkan komentar di setiap artikelnya sangat kami perlukan terimakasih.. wassalam ..

kalender

February 2010
M T W T F S S
« Nov    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Archives

komentar sobat